Orbit: Jurnal Ilmu Multidisiplin Nusantara

Vol 2. No 4. (2026)

Articles

Hubungan antara Kontrol Sosial dengan Perilaku Cyberbullying pada Remaja Pengguna Media Sosial

Galih Adam Saputra Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Jakarta, Indonesia
Yuarini Wahyu Pertiwi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Jakarta, Indonesia
Wahyu Aulizalsini Alurmei Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Jakarta, Indonesia
Published: 2026-08-06 DOI: 10.63217/orbit.v2i4.353

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kontrol sosial dengan perilaku cyberbullying pada remaja pengguna media sosial. Fenomena cyberbullying semakin meningkat seiring berkembangnya penggunaan media sosial di kalangan remaja, salah satunya ditandai dengan munculnya perilaku flaming, yaitu komentar atau unggahan yang bernada menghina, mengejek, atau menyerang individu lain secara daring. Salah satu faktor yang diduga berperan terhadap perilaku tersebut adalah kontrol sosial, yakni kemampuan individu mengendalikan perilaku berdasarkan nilai, norma, dan ikatan sosial yang dimilikinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional, melibatkan 150 remaja pengguna Instagram dan/atau TikTok di Kota Bekasi (68 laki-laki, 82 perempuan) yang diperoleh melalui teknik non-probability sampling jenis convenience sampling. Data dikumpulkan menggunakan Social Bond Scale untuk mengukur kontrol sosial dan Cyberbullying Offending Scale untuk mengukur perilaku cyberbullying. Hasil uji asumsi menunjukkan data berdistribusi normal dan hubungan antarvariabel bersifat linear. Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara kontrol sosial dengan perilaku cyberbullying (r = -0,253; p = 0,002), yang berarti semakin tinggi kontrol sosial yang dimiliki remaja, semakin rendah kecenderungan mereka melakukan cyberbullying. Temuan ini mendukung relevansi teori kontrol sosial Hirschi dalam menjelaskan perilaku menyimpang remaja di ranah digital dan diharapkan dapat menjadi acuan bagi upaya pencegahan cyberbullying melalui penguatan ikatan sosial remaja.

References

Asmawati, A. Z., Purnama, D. H., & Waspodo, W. (2020). Tingkat kontrol sosial internal mahasiswa terhadap perilaku cyberbullying di media sosial. Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial, 6(2), 242-257. https://doi.org/10.31571/sosial.v6i2.1245

Behr, D. (2017). Assessing the use of back translation: The shortcomings of back translation as a quality testing method.

Cho, B. J. (2014). Social bonds, self-control and deviance of Korean adolescents. International Journal, 4(9), 1-8.

Chris, N. (2016). Remaja, media sosial dan cyberbullying. Jurnal Ilmiah Komunikasi, 5(2), 119-139.

Daulay, W., & Daulay, N. M. P. (2024). Identifikasi kejadian cyberbullying: Flaming pada remaja di SMAN 3 Rantau Utara Kelas XI Kecamatan Rantau Utara Kabupaten Labuhanbatu. Jurnal Intervensi Sosial, 3(1), 62-70. https://doi.org/10.32734/intervensisosial.v3i1.13391

Hair, J. F., Black, W. C., Babin, B. J., & Anderson, R. E. (2019). Multivariate data analysis (8th ed.).

Hirschi, T. (1969/2020). Social control theory: The legacy of Travis Hirschi's Causes of Delinquency. Annual Review of Criminology, 3, 21-41. https://doi.org/10.1146/annurev-criminol-011419-041527

Hurlock, E. B. (1999). Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Erlangga.

Ikhsanudin, A. (2023). KPAI: Luluk Nuril lakukan cyberbullying, korban hilang percaya diri. Detik.com. https://news.detik.com/berita/d-6918297

Jasmine, A. (2025). Kematian Kim Sae Ron bukti nyata dampak perundungan siber. Tempo.co. https://www.tempo.co/gaya-hidup/kematian-kim-sae-ron-bukti-nyata-dampak-perundungan-siber-1210489

Lapidot-Lefler, N., & Barak, A. (2012). Effects of anonymity, invisibility, and lack of eye-contact on toxic online disinhibition. Computers in Human Behavior, 28(2), 434-443. https://doi.org/10.1016/j.chb.2011.10.014

Lawrence, R. S., Gootman, J. A., & Sim, L. J. (2009). Adolescent health services: Missing opportunities. National Academies Press. https://doi.org/10.17226/12063

Maududi, M. M., & Yunan, Z. Y. (2023). Kontrol sosial dan perilaku cyberbullying di kalangan remaja. EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial, 12(1), 85-91. https://doi.org/10.15408/empati.v12i1.31130

Nabil, M. B., Wibowo, M. W., & Dwiputri, M. N. (2025). Persepsi mahasiswa terhadap flaming pada teman sebaya di media sosial: Analisis kualitatif. Jurnal Ilmiah, 6(3), 2022-2030.

Papalia, D. E., Olds, S. W., & Feldman, R. D. (2008). Human development (11th ed.). McGraw-Hill.

Patchin, J. W., & Hinduja, S. (2015). Bullying beyond the schoolyard: Preventing and responding to cyberbullying. Corwin Press.

Patchin, J. W., & Hinduja, S. (2015b). Measuring cyberbullying: Implications for research. Aggression and Violent Behavior, 23, 69-74. https://doi.org/10.1016/j.avb.2015.05.013

Riyanto, A. D. (2025). Hootsuite (We Are Social): Data digital Indonesia 2025. Andi.link. https://andi.link/hootsuite-we-are-social-data-digital-indonesia-2025/

Sugarti, U. (2025). Mayoritas Generasi Z menghabiskan waktu luang dengan media sosial. GoodStats. https://goodstats.id/article/mayoritas-generasi-z-menghabiskan-waktu-luang-dengan-media-sosial-KT9NM

Sugiyono. (2021). Metode penelitian pendidikan (kuantitatif, kualitatif, dan R&D).

Sunoto, S. P., Aziz, W. K., & Dhesthoni, D. (2023). Ketahanan sosial dan pengaruhnya terhadap penyalahgunaan narkoba pada remaja: Perspektif teori kontrol sosial Travis Hirschi. Ketahanan Nasional, 6(1), 6-7. https://doi.org/10.7454/jkskn.v6i1.10073

Willard, N. (2007). Student guide to cyberbullying and cyberthreats. Online, 255-263.

Yulianti. (2022). Dampak mengerikan bullying anak di zaman media sosial. Detik.com. https://www.detik.com/jabar/berita/d-6190678

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.