Hubungan antara Kontrol Sosial dengan Perilaku Cyberbullying pada Remaja Pengguna Media Sosial
DOI:
https://doi.org/10.63217/orbit.v2i4.353Keywords:
Social Control, Cyberbullying, Remaja, Media Sosial, Perilaku Agresif DigitalAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kontrol sosial dengan perilaku cyberbullying pada remaja pengguna media sosial. Fenomena cyberbullying semakin meningkat seiring berkembangnya penggunaan media sosial di kalangan remaja, salah satunya ditandai dengan munculnya perilaku flaming, yaitu komentar atau unggahan yang bernada menghina, mengejek, atau menyerang individu lain secara daring. Salah satu faktor yang diduga berperan terhadap perilaku tersebut adalah kontrol sosial, yakni kemampuan individu mengendalikan perilaku berdasarkan nilai, norma, dan ikatan sosial yang dimilikinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional, melibatkan 150 remaja pengguna Instagram dan/atau TikTok di Kota Bekasi (68 laki-laki, 82 perempuan) yang diperoleh melalui teknik non-probability sampling jenis convenience sampling. Data dikumpulkan menggunakan Social Bond Scale untuk mengukur kontrol sosial dan Cyberbullying Offending Scale untuk mengukur perilaku cyberbullying. Hasil uji asumsi menunjukkan data berdistribusi normal dan hubungan antarvariabel bersifat linear. Hasil uji korelasi Pearson menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara kontrol sosial dengan perilaku cyberbullying (r = -0,253; p = 0,002), yang berarti semakin tinggi kontrol sosial yang dimiliki remaja, semakin rendah kecenderungan mereka melakukan cyberbullying. Temuan ini mendukung relevansi teori kontrol sosial Hirschi dalam menjelaskan perilaku menyimpang remaja di ranah digital dan diharapkan dapat menjadi acuan bagi upaya pencegahan cyberbullying melalui penguatan ikatan sosial remaja.
References
Asmawati, A. Z., Purnama, D. H., & Waspodo, W. (2020). Tingkat kontrol sosial internal mahasiswa terhadap perilaku cyberbullying di media sosial. Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial, 6(2), 242-257. https://doi.org/10.31571/sosial.v6i2.1245
Behr, D. (2017). Assessing the use of back translation: The shortcomings of back translation as a quality testing method.
Cho, B. J. (2014). Social bonds, self-control and deviance of Korean adolescents. International Journal, 4(9), 1-8.
Chris, N. (2016). Remaja, media sosial dan cyberbullying. Jurnal Ilmiah Komunikasi, 5(2), 119-139.
Daulay, W., & Daulay, N. M. P. (2024). Identifikasi kejadian cyberbullying: Flaming pada remaja di SMAN 3 Rantau Utara Kelas XI Kecamatan Rantau Utara Kabupaten Labuhanbatu. Jurnal Intervensi Sosial, 3(1), 62-70. https://doi.org/10.32734/intervensisosial.v3i1.13391
Hair, J. F., Black, W. C., Babin, B. J., & Anderson, R. E. (2019). Multivariate data analysis (8th ed.).
Hirschi, T. (1969/2020). Social control theory: The legacy of Travis Hirschi's Causes of Delinquency. Annual Review of Criminology, 3, 21-41. https://doi.org/10.1146/annurev-criminol-011419-041527
Hurlock, E. B. (1999). Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Erlangga.
Ikhsanudin, A. (2023). KPAI: Luluk Nuril lakukan cyberbullying, korban hilang percaya diri. Detik.com. https://news.detik.com/berita/d-6918297
Jasmine, A. (2025). Kematian Kim Sae Ron bukti nyata dampak perundungan siber. Tempo.co. https://www.tempo.co/gaya-hidup/kematian-kim-sae-ron-bukti-nyata-dampak-perundungan-siber-1210489
Lapidot-Lefler, N., & Barak, A. (2012). Effects of anonymity, invisibility, and lack of eye-contact on toxic online disinhibition. Computers in Human Behavior, 28(2), 434-443. https://doi.org/10.1016/j.chb.2011.10.014
Lawrence, R. S., Gootman, J. A., & Sim, L. J. (2009). Adolescent health services: Missing opportunities. National Academies Press. https://doi.org/10.17226/12063
Maududi, M. M., & Yunan, Z. Y. (2023). Kontrol sosial dan perilaku cyberbullying di kalangan remaja. EMPATI: Jurnal Ilmu Kesejahteraan Sosial, 12(1), 85-91. https://doi.org/10.15408/empati.v12i1.31130
Nabil, M. B., Wibowo, M. W., & Dwiputri, M. N. (2025). Persepsi mahasiswa terhadap flaming pada teman sebaya di media sosial: Analisis kualitatif. Jurnal Ilmiah, 6(3), 2022-2030.
Papalia, D. E., Olds, S. W., & Feldman, R. D. (2008). Human development (11th ed.). McGraw-Hill.
Patchin, J. W., & Hinduja, S. (2015). Bullying beyond the schoolyard: Preventing and responding to cyberbullying. Corwin Press.
Patchin, J. W., & Hinduja, S. (2015b). Measuring cyberbullying: Implications for research. Aggression and Violent Behavior, 23, 69-74. https://doi.org/10.1016/j.avb.2015.05.013
Riyanto, A. D. (2025). Hootsuite (We Are Social): Data digital Indonesia 2025. Andi.link. https://andi.link/hootsuite-we-are-social-data-digital-indonesia-2025/
Sugarti, U. (2025). Mayoritas Generasi Z menghabiskan waktu luang dengan media sosial. GoodStats. https://goodstats.id/article/mayoritas-generasi-z-menghabiskan-waktu-luang-dengan-media-sosial-KT9NM
Sugiyono. (2021). Metode penelitian pendidikan (kuantitatif, kualitatif, dan R&D).
Sunoto, S. P., Aziz, W. K., & Dhesthoni, D. (2023). Ketahanan sosial dan pengaruhnya terhadap penyalahgunaan narkoba pada remaja: Perspektif teori kontrol sosial Travis Hirschi. Ketahanan Nasional, 6(1), 6-7. https://doi.org/10.7454/jkskn.v6i1.10073
Willard, N. (2007). Student guide to cyberbullying and cyberthreats. Online, 255-263.
Yulianti. (2022). Dampak mengerikan bullying anak di zaman media sosial. Detik.com. https://www.detik.com/jabar/berita/d-6190678
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Galih Adam Saputra, Yuarini Wahyu Pertiwi, Wahyu Aulizalsini Alurmei

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Penggunaan artikel akan diatur oleh lisensi Creative Commons Attribution seperti yang saat ini ditampilkan pada Creative Commons Attribution 4.0 International License (Attribution 4.0 International (CC BY 4.0).
Lisensi ini mengizinkan siapa pun untuk menyalin dan mendistribusikan kembali materi ini dalam bentuk atau format apa pun, menyusun, memodifikasi, dan membuat turunan dari materi ini untuk tujuan apa pun, termasuk tujuan komersial, selama mereka memberi kredit kepada penulis untuk karya aslinya.












