Lingkungan Kerja Sebagai Prediktor terhadap Munculnya Burnout Pada Perawat di Kota Bekasi
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan kerja terhadap burnout pada perawat di Kota Bekasi. Penelitian ini didasari oleh adanya fenomena burnout yang dialami perawat akibat tuntutan pekerjaan yang tinggi, beban kerja yang berat, serta kondisi lingkungan kerja yang kurang mendukung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain regresi linear sederhana. Populasi penelitian berjumlah 5.718 perawat yang bekerja di Kota Bekasi. Sampel penelitian berjumlah 382 perawat yang diperoleh menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah skala lingkungan kerja yang diadaptasi dari Practice Environment Scale of the Nursing Work Index (PES-NWI) berdasarkan teori Lake (2002) dan skala burnout yang disusun berdasarkan Maslach Burnout Inventory (MBI) berdasarkan teori Maslach dan Jackson (1981). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap burnout (p < 0,001), dengan koefisien korelasi (R) sebesar 0,408 dan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,166. Hasil ini menunjukkan bahwa lingkungan kerja memberikan kontribusi sebesar 16,6% terhadap burnout pada perawat, sedangkan 83,4% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa lingkungan kerja tidak selalu berdampak negatif terhadap burnout. Oleh karena itu, bagi rumah sakit diharapkan untuk memperkuat dukungan melalui peningkatan komunikasi antara pimpinan dan perawat.
Keywords
References
Adnyaswari, Nyoman Adinda, & Adnyani, I. Gusti Ayu Dewi. (2017). Pengaruh Dukungan Sosial Dan Burnout Terhadap Kinerja Perawat Rawat Inap Rsup Sanglah. E-Jurnal Manajemen Unud, 6(5), 2474–2500. Retrieved from https://ojs.unud.ac.id/index.php/manajemen/article/view/28874
Assir, Gresea Chasanah, & Midiharto, Sestiono. (2025). Peran Lingkungan Kerja Dalam Terjadinya Burnout Syndrome Pada Perawat Rsud Tipe B Kabupaten Gresik. JAambura Journal of Health Science and Research, 7(3), 295–303. https://doi.org/https://doi.org/10.35971/jjhsr.v7i3.33151
Azwar, Saifuddin. (2013). Penyusunan Skala Psikologi (Edisi Revisi). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
BPS. (2026). Jumlah Tenaga Kesehatan Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat. Retrieved from Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Barat website: https://jabar.bps.go.id/id/statistics-table/3/YVdwSFJHRjRVVkJqWlRWRU9EQkhNVFY0UjB4VVVUMDkjMw==/jumlah-tenaga-kesehatan-menurut-kabupaten-kota-di-provinsi-jawa-barat--2023.html?year=2025
Freudenberger, Herbert J. (1974). Staff Burn-Out. Journal Of Social Issues, 90(1), 159–165. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.1111/j.1540-4560.1974.tb00706.x
Hadjam, M. Noor Rochman. (2001). Efektivitas Pelayanan Prima Sebagai Upaya Meningkatkan Pelayanan Di Rumah Sakit (Perspektif Psikologi). Jurnal Psikologi, (2), 105–115. https://doi.org/https://doi.org/10.22146/JPSI.7684
Herawati, Tri Mulia, & Djubaedah, Siti. (2021). Kejadian Sindrom Burnout dengan Pelaksanaan Keselamatan Pasien pada Perawat Pelaksana di Instalasi Rawat Inap RSUD Dr . Chasbullah. Jurnal Antara Keperawatan, 2(2), 285–294. https://doi.org/https://doi.org/10.37063/jurnalantarakeperawatan.v2i2.189
Lestari, Sari, & Hyang, Wreksagung. (2022). Hubungan Efikasi Diri (Self Efficacy) Terhadap Burnout Pada Perawat Di Rsu Kabupaten Tangerangtahun 2021. Nusantara Hasana Journal, 1(12), 12–17. Retrieved from https://nusantarahasanajournal.com/index.php/nhj/article/download/291/205/1109
Marulitua, Juniansen. (2019). Hubungan Lingkungan Kerja Dengan Burnout Syndrome Pada Perawat Rsud Dr . Pirngadi Kota Medan (Universitas Medan Area). Retrieved from https://repositori.uma.ac.id/bitstream/123456789/10768/1/148600224 - Juniansen Marulitua - Fulltext.pdf
Maslach, Christina, & Jackson, Susan E. (1981). The Measurement of Experienced Burnout. Journal of Occupational Behaviour, 2, 99–113. https://doi.org/10.1002/job.4030020205
Maslach, Christina, & Leiter, Michael P. (2016). Memahami pengalaman burnout: penelitian terkini dan implikasinya terhadap psikiatri. 15(2), 103–111. Retrieved from https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC4911781/
Prestiana, Novita Dian Iva, & Purbandini, Dewanti. (2012). Hubungan Antara Efikasi Diri (Self Efficacy)Danstres Kerja Dengan Kejenuhan Kerja (Burnout)Pada Perawat Igd Dan Icu Rsud Kota Bekasi. SOUL Jurnal Ilmiah Psikologi, 5(2). Retrieved from https://jurnal.unismabekasi.ac.id/index.php/soul/article/view/626
Pujiarti, Peni, & Idealistiana, Lia. (2023). Pengaruh Lama Kerja Dan Beban Kerja Perawat Terhadap Burnout (The Influence of Long Work and Nurse Workload on Burnout ). Jurnal Ilmiah Keperawatan, 9. https://doi.org/https://doi.org/10.33023/jikep.v9i4.1654
Rasool, Samma Faiz, Wang, Mansi, Tang, Minze, Saeed, Amir, & Iqbal, Javed. (2021). How Toxic Workplace Environment Effects the Employee Engagement : The Mediating Role of Organizational Support and Employee Wellbeing. Internasional Journal of Environmental Research and Public Health, 5(18), 2294. https://doi.org/https://doi.org/10.3390/ijerph18052294
Schlak, Amelia E., Aiken, Linda H., Chittams, Jesse, Poghosyan, Lusine, & Mchugh, Matthew. (2021). Leveraging the Work Environment to Minimize the Negative Impact of Nurse Burnout on Patient Outcomes. International Journal of Environmental Research and Public Health Article. https://doi.org/10.3390/ijerph18020610
Sesrianty, Vera, & Putri, Agnisa Dhea. (2025). Lingkungan Kerja Berhubungan Dengan Burnout Perawat. Jurnal Kesehatan MedikaSaintika, 16, 112–120. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.30633/jkms.v16i1.3209
Suleiman-Martos, Nora, Albendin-Gracia, Luis, Gomez-Urquiza, Jose, Vargas-Roman, Keyla, Ramirez-Baena, Lucia, Ortega-Campos, Elena, & Fuente-Solana, Emilia. (2020). Prevalence and Predictors of Burnout in Midwives : A Systematic Review and Meta-Analysis. International Journal of Environmental Research and Public Health, 1–15. https://doi.org/https://doi.org/10.3390/ijerph17020641
Takemura, Yukie, Kunie, Keiko, & Ichikawa, Naoko. (2019). The Effect of Work Environment on Burnout Among Nursing Directors : A cross-sectional study. 157–166. https://doi.org/10.1111/jonm.12909
WHO. (2019). Burn-out an “occupational phenomenon”: International Classification of Diseases. Retrieved from WHO, (World Health Organization) website: https://www.who.int/news/item/28-05-2019-burn-out-an-occupational-phenomenon-international-classification-of-diseases?utm_source=chatgpt.com
Similar Articles
- Widaderevi Tryanthamie Najla Ufairah, Hema Dayita, Andreas Corsini Widya Nugraha, Pengaruh Self-Compassion terhadap Loneliness pada Mahasiswa Rantau , Orbit: Jurnal Ilmu Multidisiplin Nusantara: Vol. 2 No. 4 (2026): Orbit: Jurnal Ilmu Multidisiplin Nusantara
- Jihan Luthfi Nabillah, Nofri Satriawan, Farhan Saputra, Strategi Manajemen Sekuriti Dalam Menghadapi Ancaman Siber di Era Digital , Orbit: Jurnal Ilmu Multidisiplin Nusantara: Vol. 1 No. 3 (2025): Orbit: Jurnal Ilmu Multidisiplin Nusantara
- Bagas Mulyadi, Novita Wahyu Setyawati, Franciscus Dwikotjo Sri Sumantyo, Pengaruh Gaya Hidup, Suasana Cafe dan Kualitas Pelayanan Terhadap Keputusan Pembelian “Dalam Rasa Kopi” di Setu Bekasi , Orbit: Jurnal Ilmu Multidisiplin Nusantara: Vol. 1 No. 3 (2025): Orbit: Jurnal Ilmu Multidisiplin Nusantara
You may also start an advanced similarity search for this article.