Pemahaman Materi Pelajaran Selama Belajar dari Rumah Pada Remaja Jorong Tampat Kanagarian Padang Laweh Kecamatan Sungai Pua Kabupaten Agam

Authors

  • Sabatul Hajar Program Studi Bimbingan Dan Konseling, Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Bukittinggi

DOI:

https://doi.org/10.63217/kognitif.v1i4.239

Keywords:

Understanding, Lesson Material, Learning at Home

Abstract

This study was motivated by a phenomenon observed by the author in the field, namely that in Jorong Tampat Kanagarian Padang Laweh, Sungai Pua District, Agam Regency, there were teenagers conducting BDR (learning at home) teaching and learning activities, whereby learning that normally took place in classrooms according to a specific schedule was changed to learning in their own rooms at times that were not practical according to the learning schedule, thus creating operational restrictions on education, referred to as “online learning.” Teachers provide structured lesson materials and assignments to adolescents using social media groups. This study aims to describe the understanding of lesson materials during home-based learning among adolescents in Jorong Tampat Kanagarian Padang Laweh, Sungai Puar District, Agam Regency. This study uses a descriptive qualitative approach with 3 key informants (adolescents) and 3 supporting informants (parents) in Jorong Tampat Kanagarin Padang Laweh. In collecting data, the researcher used interview and observation methods. The data analysis techniques used were data reduction, data display, and data verification. To test the validity of the data, we compared what people said about the research situation with what they said throughout the research period. Based on the results of the study, it can be concluded that teenagers have difficulty understanding the subject matter while studying from home, because the current learning process is conducted remotely. Meanwhile, teenagers quickly understand the subject matter through lectures by teachers. However, teenagers can overcome this by using the internet to support smooth learning from home, so that they can complete the assignments given by teachers on time. However, teenagers rely too much on the internet. Teenagers lack enthusiasm for learning from home, only understanding the subject matter when there are assignments and using little time, because they cannot allocate time for studying at home. Understanding the subject matter while learning from home requires the attention of every parent towards their child.

References

Ahmadi, Abu dan Widodo, Supriono. 2002. Psikologi Belajar. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Ali, Mohammad dan Mohammad, Asrori, 2005. Psikologi Remaja Perkembangan Pesertab Didik. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Bungin, Burhan. 2001. Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Davies, Ivor K. 2008. Pegelolaan Belajar. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Departemen Pendidikan Nasional. 1994. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Desmita. 2012. Psikologi Perkembangan Peserta Didik, Bandung: Remaja Rosdakarya.

Dimiyati dan Mujiono. 1999. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Djali, 2009. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Djamarah, Syaiful Bahri dan Aswan, Zaini. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Faisal, Sanafiyah. 2004. Metodologi Penelitian. Surabaya: Usaha Nasional.

Hamalik, Oemar. 2002. Psikologi Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algensindo.

Hanum, Latifah. 2017. Perencanaan Pembelajaran. Banda Aceh: Syiah Kuala University Press.

Hartati, Sri, and Rahmawati Wae. 2019. "Pembinaan Motivasi Belajar Siswa Ditinjau Dari Psikologi Islam”.Ensiklopedia of Journal1.4.

Junita, Silvi, Alfi Rahmi, and Haidi Fitri. "Pengaruh Motivasi Belajar dan Perhatian Orangtua terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Baso Tahun Pelajaran 2018/2019." JURING (Journal for Research in Mathematics Learning) 2.1 (2019): 088-098.

Makki, Ismail dan Aflahah. 2017. Konsep Dasar Belajar dan Pembelajaran. Pamekasan: Duta Media.

Mustaqim dan Abdul wahid. 2003. Psikologi Pendidikan. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Nasution, Wahyuni Nur. 2017. Strategi Pembelajaran. Medan: Perdana Publishing.

Ngalium. 2017. Kapita Selekta Pendidikan (pembelajaran dan bimbingan). Yogyakarta: Parama Ilmu.

Okra, R., & Novera, Y. (2019). Pengembangan Media Pembelajaran Digital IPA Di SMP N 3 Kecamatan Pangkalan. J. Educ, 4(2), 121-134.

QS., Az-Zumar: 9

Republik Indonesia. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta: BP Panca Usaha.

SagalaSyaiful. 2010. Konsep dan Makna Pembelajaran untuk Membantu Memecahkan Problematika Belajar dan Mengajar. Bandung: Alfabeta.

Sanjaya, Wina. 2008. Kurikulum dan Pembelajaran: Teori dan Praktik Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta: Kencana

Sesmiarni, Zulfani. "Strategi Pembelajaran Dengan Memberdayakan Kecerdasan Untuk Mencapai Hasil Belajar yang Optimal. [on line]. Tersedia: lhttp." sweetyhome. wordpress. com/2008/06/20/strategi-pembelajaran-yang mencerdaskan/Juni 20.2008 (2012): 30.

Sudijono, Anas. 2011. Pengantar Evaluasi Pendidikan, Jakarta: Rajawali Pers.

Sudjana, Nana. 1995. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Sugiyono. 2017. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta.

Sukiman. 2012. Pengembangan Sistem Evaluasi. Yogyakarta: Insan Madani.

Sumantri, Mohamad Syarif. 2016. Strategi Pembelajaran. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Syah, Muhibbin. 2013. Psikologi Belajar. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Syaodih, Nana dan Ibrahim. 2003. Perencanaan Pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Usman, M. Uzer. 2008. Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Winkel, W.S. 2009. Psikologi Pengajaran. Yogyakarta: Media Abadi.

Zaini. 2011. Landasan Kependidikan.Yogyakarta: Mitsaq Pustaka.

Zakir, S. (2012). Strategi Pengembangan Kompetensi Siswa dengan Manajemen Berbasis Sekolah. Analisis, 9(1).

Downloads

Published

2025-06-30