Etika AI Dalam Konteks Disinformasi Digital: Penyalahgunaan Identitas Pada Penipuan Online

Authors

  • Nazwa Salsabila Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Bekasi, Indonesia
  • Sari Endah Nursyamsi Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Bekasi, Indonesia
  • Nuna Lailani Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Bekasi, Indonesia
  • Ulan Safitri Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Bekasi, Indonesia
  • Sayyidah Fatma Azzahra Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Bekasi, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.63217/fibonacci.v2i1.267

Keywords:

Etika AI, Disinformasi Digital, Identitas Diri, Penipuan Online, Hukum AI

Abstract

Perkembangan AI kini mengubah banyak hal dalam kehidupan kita, terutama di dunia digital. Sayangnya, kemajuan ini juga membuka celah bagi penyalahgunaan, seperti pembuatan disinformasi. Teknologi deepfake dan voice cloning memudahkan manipulasi wajah atau suara seseorang, yang sering dipakai untuk penipuan online dan penyebaran berita bohong. Penelitian ini menganalisis pelanggaran etika dalam penggunaan AI, serta mengecek seberapa efektif aturan hukum Indonesia melawan disinformasi digital. Menggunakan metode kualitatif dari studi pustaka, hasilnya menunjukkan bahwa prinsip etika penting seperti tanggung jawab, kejujuran, dan keadilan sering dilupakan. Sementara itu, regulasi hukum di Indonesia belum cukup kuat untuk lindungi masyarakat dari penyalahgunaan AI.

References

Amalianur, M., Ritonga, N. F., Arayan, M., Tampubolon, T. S., & Ivanna, J. (2025). Pembentukan Kesadaran Identitas Nasional Melalui Peran Media Sosial Pada Mahasiswa Unimed. Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum, 3(5), 6285-6290.

Abdussamad, H. Z., & Sik, M. S. (2021). Metode penelitian kualitatif. CV. Syakir Media Press.

Ahmad, A. (2017). Mengenal artificial intelligence, machine learning, neural network, dan deep learning. J. Teknol. Indones., no. October, 3.

Bahram, M. (2023). Tantangan hukum dan etika (rekayasa sosial terhadap kebebasan berpendapat di dunia digital). SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah, 2(12), 5092-5109.

Bostrom, N., & Yudkowsky, E. (2014). The ethics of artificial intelligence. In K. Frankish & W. Ramsey (Eds.), The Cambridge Handbook of Artificial Intelligence (pp. 316–334). Cambridge University https://doi.org/10.1017/CBO9781139046855.020

Commonwealth Parliamentary Association (CPA). (2023). Parliamentary handbook on disinformation, AI, and synthetic media. Commonwealth Parliamentary Association. https://www.cpahq.org

Dwiandari, F., & Arifin, M. (2025). Criminal law enforcement on digital identity misuse in AI era for commercial interests in Indonesia. Indonesian Journal of Criminal Law and Enforcement, 7(1),https://journal.unnes.ac.id/journals/iccle/article/view/25525 45

Helmus, T. C. (2022). Artificial intelligence, deepfakes, and disinformation: A primer. RAND Corporation. https://www.rand.org/pubs/perspectives/PEA1043-1.html

Judijanto, L., & Harsya, R. M. K. (2025). Etika dan Hukum dalam Penggunaan Artificial Intelligence terhadap Privasi Digital di Indonesia. Sanskara Hukum dan HAM, 3(03), 141-149.

Kurniasih, N. (2023). Literasi Media Sosial: Upaya Pencegahan Pemalsuan Identitas Digital. JPM: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(1), 7–13. DOI: 10.47065/jpm.v4i1.1051.

Nuhi, M. H., Al Ghozi, L., Nazla, S., & Syakirah, D. (2024). Pembaharuan Hukum Penanganan Tindak Pidana Pemalsuan Identitas Akibat Penyalahgunaan Artificial Batavia, 1(2), 80-88.

Nasman, N., Astuti, P., & Perwitasari, D. (2024). Etika Dan Pertanggungjawaban Penggunaan Artificial Intelengence Indonesia. Jurnal Hukum Lex Generalis, 5(10).

Nisa, K. (2024). Peran literasi di era digital dalam menghadapi hoaks dan disinformasi di media sosial. Impressive: Journal of Education, 2(1), 1- 11.

Primata, A. I. (2019). Penyalahgunaan Data Pribadi Yang Berindikasi Tindak Pidana (Doctoral dissertation, UNIVERSITAS AIRLANGGA).

Puspitasari, I. (2018). Pertanggungjawaban Pidana Pelaku Tindak Pidana Penipuan Online Dalam Hukum Positif Di Indonesia. Humani (Hukum dan Masyarakat Madani), 8(1), 1-14.

Raharjo, B. (2023). Teori Etika Dalam Kecerdasan Buatan (AI). Penerbit Yayasan Prima Agus Teknik, 1-135.

Ridha, N. A. N., Andriyani, W., Kurniawan, E., Afriyanti, L., Maipauw, M. M., Amri, S. R., ... & Riauwati, J. (2025). Masyarakat Digital dan Kebebasan Berpendapat: Integrasi Perspektif Hukum, Etika, dan Literasi Teknologi. Penerbit Widina.

Ridwan, M., Suhar, A. M., Ulum, B., & Muhammad, F. (2021). Pentingnya penerapan literature review pada penelitian ilmiah. Jurnal Masohi, 2(1), 42-51.

Syahirah, S. N., & Prasetyo, B. (2025). Tinjauan Yuridis Terhadap Penggunaan Teknologi Deepfake Untuk Pornografi Melalui Artificial Intelligence (AI) Kebijakan, 6(1).

Sarjito, A. (2024). Hoaks, Disinformasi, dan Ketahanan Nasional: Ancaman Teknologi Informasi dalam Masyarakat Digital Indonesia. Journal of Governance and Local Politics (JGLP), 6(2), 175-186.

Young, N. (2019). Deepfake technology: Complete guide to deepfakes, politics and social media. Nobert Young.

Downloads

Published

2026-01-10

How to Cite

Nazwa Salsabila, Sari Endah Nursyamsi, Nuna Lailani, Ulan Safitri, & Sayyidah Fatma Azzahra. (2026). Etika AI Dalam Konteks Disinformasi Digital: Penyalahgunaan Identitas Pada Penipuan Online. Fibonacci: Jurnal Ilmu Ekonomi, Manajemen Dan Keuangan, 2(1), 46–54. https://doi.org/10.63217/fibonacci.v2i1.267